jarak

 Kupejamkan.mata.sejenak, Mengingatmu menjadi satu-satunya pekerjaan yang menyenangkan namun menyakitkan. Kenyataan mengatakan bahwa kita harus terpisah oleh samundra, berdiri di pulau yang berbeda, waktu yang tidak sama, Hanya mampu mengandalkan kepercayaan beserta doa. Jarak telah membuat kita semakin jarang bertemu.

 Jarak telah menghadirkan ruang-ruang sepi di dada kita. Kamu dan aku bahkan sering sekali merasa sendiri, sepi saat berada di keramaian, Isi kepalaku Cuma karmu, Sementara tubuhku harus tabah menikmati sepinya hari. Namun, demi semua hal yang sudah kita sepakati Aku pun harus mengerti. Aku harus memperjuangkan semua memilikiku. Aku memilikimu. Kamu memilikiku.

Ini bukan rasa putus asa. Namun lelahuya luar biasa. Inginnya menangis meronta- ronta. Ada gumpalan yang menyesakan dada. Benar- benar terasa. Sesak. Sulit mencuri napas. Inginnya berdiam saja, Duduk termerenung sejak dini hingga senja. Mengedipkan malam tanpa bahasa. Diam, tarik hembuskan. Rasanya diambang batas. Hey.. kemarilah aku ngn memeluk memejamn dan merebal. agar kau tau tentang rindu yang unlh tanpa tersentuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertahan Sampai Kehilangan Diri

belum ada judul